PERPUSTAKAAN BABUL ILMI

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Guru Abad 21: Menavigasi Teknologi, Inovasi, dan Etika


Guru Abad 21: Menavigasi Teknologi, Inovasi, dan Etika

Oleh : Dr. Salamia, M.Si (IRo-Society Balikpapan – Guru Matematika MTsN 1 Balikpapan)

PROFESI guru di era modern harus menavigasi paradoks antara pesatnya kemajuan teknologi dan tuntutan moral yang tetap abadi. Tantangan ini semakin berat karena kesenjangan antara idealisme pendidikan dan realitas lapangan. Banyak guru masih bertumpu pada metode konvensional di tengah derasnya arus digital, sementara karakter murid berubah drastis: lebih kritis, mudah bosan, dan menuntut pendekatan pedagogis yang relevan, kreatif, serta dinamis.

Untuk menjawab tantangan tersebut dan mendorong tercapainya visi Indonesia Emas 2045, guru masa kini harus menyinergikan tiga pilar utama: penguasaan teknologi, kepemimpinan inovatif, dan integritas etika. Ketiganya bukan kompetensi yang berdiri sendiri, melainkan trinitas yang membentuk identitas profesional guru masa depan. Dalam momentum Hari PGRI 2025, penting menegaskan bahwa keseimbangan tiga pilar ini adalah kunci lahirnya generasi yang unggul akademis sekaligus berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan global.

  1. Penguasaan Teknologi sebagai Landasan Pedagogi Modern

Di Abad 21 dan Era 5.0, penguasaan teknologi bukan lagi keterampilan tambahan, tetapi fondasi utama pedagogi modern. Teknologi telah berubah dari sekadar alat bantu menjadi ruang belajar baru yang menuntut guru terus beradaptasi dan berinovasi. Peran guru pun bergeser. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi fasilitator yang membimbing murid menavigasi banjir informasi dengan kritis. Namun integrasi teknologi memiliki dua sisi: peluang besar untuk pemberdayaan, tetapi juga tantangan etis yang menuntut kehati-hatian. Pemanfaatan mentor virtual berbasis AI, voice assistant, hingga smart content mempercepat akses belajar, namun juga berpotensi menyeret guru dan murid pada budaya viral serta risiko privasi data. Konten yang dibuat demi algoritma dapat menggeser kualitas belajar. Karena itu, penguasaan teknologi harus melampaui kemampuan teknis: ia membutuhkan kebijaksanaan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif, aman, dan beretika. Namun penguasaan teknologi yang kuat tetap tidak cukup tanpa kepemimpinan inovatif yang mampu mengubah alat digital menjadi pengalaman belajar yang transformatif.

  1. Kepemimpinan Inovatif untuk Pembelajaran Bermakna

Model pembelajaran pasif terbukti tidak memadai menghadapi tantangan global yang kompleks. Guru masa kini harus menjadi inovator, fasilitator, dan agen perubahan. Prinsip pembelajaran inovatif Abad 21 (Jennifer Nicols) menuntut pergeseran fundamental: Student-centered — murid aktif mengonstruksi pengetahuan. Kolaboratif — menghargai keragaman dan kerja tim. Kontekstual — materi terhubung dengan kehidupan nyata. Terintegrasi dengan masyarakat — mendorong kepedulian sosial. Melalui pendekatan seperti Project-Based Learning dan pemanfaatan media digital (Canva, Wordwall, Quizizz), murid dapat melatih keterampilan abad ke-21: berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Namun inovasi tanpa kompas moral dapat tersesat menjadi eksperimen tanpa arah. Inilah titik peran integritas etika sebagai penuntun utama.

  1. Integritas Etika sebagai Kompas Moral di Era Digital

Di tengah tekanan budaya viral dan kaburnya batas ruang privat-profesional, integritas etika menjadi penopang utama marwah profesi guru. Etika profesi berfungsi sebagai kompas moral agar setiap tindakan—baik di dalam maupun di luar kelas—tetap menjunjung nilai-nilai luhur pendidik. Tantangan etika baru yang dihadapi guru masa kini antara lain: Tekanan algoritma yang mendorong konten hiburan lebih daripada substansi edukatif. Batas pribadi-profesional yang kabur, terutama ketika akun pribadi digunakan sebagai ruang edukasi. Perlindungan privasi murid, termasuk larangan mengekspos murid tanpa izin demi popularitas. Kode Etik Guru Indonesia menegaskan bahwa guru harus menjadi teladan dalam setiap aktivitasnya. Sekolah sebagai “benteng terakhir pembentukan akhlak” menempatkan guru di garis depan. Pemanfaatan teknologi dan inovasi harus bermuara pada pembentukan moral dan karakter murid.

Keunggulan guru modern bukan ditentukan oleh penguasaan satu pilar, melainkan kemampuan menyinergikan teknologi, inovasi, dan etika. Guru yang mahir teknologi tetapi miskin inovasi akan menghasilkan pembelajaran kaku. Guru yang inovatif namun abai etika akan mudah kehilangan kompas moral. Guru yang beretika namun gagap teknologi berisiko tertinggal oleh zaman. Guru ideal adalah arsitek masa depan: bijak memanfaatkan teknologi, kreatif merancang pembelajaran bermakna, dan teguh menjaga integritas profesi. Namun keberhasilan ini tidak cukup bertumpu pada guru secara individu. Diperlukan ekosistem pendukung berupa pelatihan yang relevan, kebijakan etika digital, serta lingkungan sekolah yang menghargai kreativitas dan moralitas guru. Sinergi ini adalah fondasi lahirnya Generasi Emas Indonesia dan pintu menuju Indonesia Emas 2045.

sumber : https://kaltimpost.jawapos.com/opini/2386882815/guru-abad-21-menavigasi-teknologi-inovasi-dan-etika
Admin Perpustakaan Babul Ilmi

PERPUSTAKAAN BABUL ILMI
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?